Belanda Punya Sejarah Panjang Mobil Kencang!

Mendengar nama Belanda di industri otomotif tiap orang pasti heran karena nama Belanda kini tidak semengkilap nama-nama seperti Italia, Inggris, Jerman, Amerika Serikat atau Jepang dan Korea serta China. Tapi siapa sangka Belanda memiliki sejarah otomotif yang lumayan panjang.

Sejarah otomotif di negeri kincir angin pun terbilang menarik dan banyak diwarnai mobil-mobil kencang yang kini menjadi dominasi Italia.

Lihat saja mobil sport bongsor lansiran 1915 ini. Kalau hanya sekilas saja memandang, kita pasti akan menyangka ini bukanlah mobil untuk manusia, tapi untuk seorang raksasa. Bentuk tubuh yang bongsor menjadi alasannya.

Dan memang, selain ukurannya yang terbilang raksasa, mesin yang digendong mobil ini termasuk super besar dengan kapasitas 17.000 cc! Angka itu sangat besar karena mesin mobil sport modern saja rata-rata hanya berkapasitas sekitar 6.000-an cc.

Continue reading

Nih, Titik Ranjau Paku di Jakarta…

Jalanan Jakarta bukan hanya menjadi ‘rimba liar’ karena kemacetan yang membuat orang frustasi masbrooo… Mentalitas dan kelakuan para pengendara sudah tidak lagi punya ‘adat timur’ yang sopan dan penuh senyum juga bikin geregetan… Ditambah banyak ranjau di jalan Jakarta…

Isu basi memang.. Tapi tetap harus diwaspadai karena meski sudah banyak diteriakkan sejak lama, fenomena ranjau khususnya ranjau paku di ibukota belumlah berakhir.. Komunitas yang mendedikasikan waktu luangnya untuk membersihkan paku di jalan saja sudah nemu ratusan kilogram paku di jalanan Jakarta.

Maka itu, untuk berjaga-jaga.. Bagi mereka yang beum paka ban tubeless, ada baiknya selalu menyimpan ban dalam cadangan di bagasi motor atau di box motor.. Jaga-jaga saja.. Paling tidak ketika kena ranjau darat itu, ongkos yang dikeluarkan tidak terlalu besar karena kita hanya bayar jasa pasang ban saja..

Waspada juga, kalau di jalanan ada korek api, kertas, plastik dan paku kecil… Jangan diinjak. Karena bisa jadi ditempeli paku masbrooo….
Continue reading

Oiii… Motor Bebek Matik Ora Laku…

Temans.. Semua pasti setuju kalau pasar motor Indonesia merupakan pasar motor terseksi di dunia.. Yup.. Seksi… Tiap tahun, jutaan motor menginvasi pasar dan jalanan di nusantara.

Tapi ditengah-tengah euforia itu ternyata motor jenis cub alias bebek yang menggunakan transmisi otomatis atau biasa disebut bebek matik tidak menikmati penjualan seperti teman-temannya.

Bukan apa-apa.. Sebab, dua motor bebek matik yang ada di Indonesia, Honda Revo AT dan Yamaha Lexam sama-sama tidak laku.
Continue reading

Kemanakah Kanzen?

Gema mobil nasional sudah surut. Tidak ada lagi yang bicara mengenai mobil nasional. Tapi sadar enggak kalau saat berita mobil nasional tengah tersaji di berbagai media, nama motor nasional Kanzen tidak tersebut. Apa kabar Kanzen?

Tidak jelasnya nasib Kanzen tentu mengundang pertanyaan. Bagaimana tidak, sejak 2 tahun terakhir mereka tidak memberikan data penjualan motor mereka ke Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia. Padahal, Kanzen hingga sekarang masih tercatat sebagai anggota Aisi dan tiap bulannya harus menyetor data penjualan.

Tidak ada kata lain yang bisa mewakili kondisi Kanzen saat ini selain: Mati Suri!
Continue reading

Pelajaran dari Kasus Nissan Vs Konsumen

Kemarin, berita mengejutkan sekaligus menyenangkan datang dari Pengadilan. Jarang-jarang kan.. Soalnya, kemarin konsumen Nissan menang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan putusan itu, Nissan pun dipaksa pengadilan untuk membeli kembali mobil Nissan March hasil produksinya karena mengecewakan.

Kalau banyak orang bergembira karena sang raksasa kalah, menurut gue, kedua belah pihak baik konsumen maupun produsen bisa mengambil pelajaran dari kasus ini. Bukan hanya Nissan dan Ludmilla (si konsumen March), tapi semua pabrikan otomotif dan seluruh konsumen otomotif di dunia.

Dari sisi produsen, pelajaran penting tentu saja adalah berhati-hati dalam mencantumkan sebuah klaim di iklan. Jangan hanya berfikir untuk bisa menarik perhatian, tapi edukasi harus dilakukan.

Bila tidak, kasus-kasus seperti Ludmilla dan Nissan March miliknya pasti akan terus terulang.

Sementara bagi kita, konsumen, terang saja harus lebi berhati-hati ketika memilih barang berdasarkan iklan semata. Paling aman, tanyakan saja dulu ke teman, saudara, rekan kerja atau kenalan yang pernah menggunakan mobil atau motor incaran kita. Bila tidak ada, mbah google mungkin bisa membantu mencarikan si pengguna.

Hati-hati, sebab, lo semua enggak bakal di kelilingin bidarari walau pun mandi pake parfum Axe.
Continue reading

Hah! Mobil Lebih Seksi Dibanding Cewek?

Malam-malam begini emang paling enak ngomongin cewek. Tapi kalau kita sangkutin ke otomotif, lebih seksi mana ya.. Mobil atau cewek? Di banyak negara, terutama di negara maju, mobil ternyata dianggap lebih seksi dibanding cewek… waduh…

Buat buktiin, iseng-iseng gue browsing mengenai hal ini. Ternyata ada survei di tahun 2010 yang membenarkan hal tersebut.. weleh-weleh..

Contohnya di Kanada yang kata The Star masyarakatnya memang fanatik mengemudi. Mereka bahkan rela tidak menyentuh makanan cepat saji atau junk food, kopi, televisi atau bahkan seks dibandingkan bila mereka harus dilarang mengemudi.
Continue reading

Mobil Hybrid Bukan Barang Baru Bro.. 1900an Juga Sudah Ada!

Kalau baca berita otomotif baik di dalam negeri maupun di luar negeri, semua pasti paham kalau mobil yang punya dua dapur pacu alias hybrid dianggap sebagai mobil masa depan di tengah makin menipisnya cadangan dan ancaman terus meningkatnya harga minyak bumi.

Nah, tapi tahu enggak bro kalau ternyata teknologi dual mesin yang menggerakan sebuah kendaraan alias hybrid ternyata bukan merupakan teknologi terbaru. Karena, usut punya usut, di awal tahun 1900-an, mobil-mobil hybrid sudah sempat berkembang luas.
Kalau enggak salah sih, mobil hybrid pertama di dunia adalah mobil keluaran Porsche pada tahun 1900.

Setelah Porsche, ada lagi mobil lainnya yang mengaplikasi teknologi ini yakni mobil Woods Dual Power Model 44 Coupe lansiran tahun 1916. Mobil ini digerakkan oleh tenaga dari dua mesin yakni mesin bensin dan baterai.
Continue reading