Ini Pabrik Mobil Pertama di Indonesia

Tanjung-Priok-1937

Pasar mobil Indonesia saat ini 90 persen dikuasai oleh merek-merek Jepang. Namun, siapa sangka kalau sebelum merek Jepang eksis di Indonesia, merek Amerika Serikat, Chevrolet sudah jauh lebih dulu hadir. Bahkan, Chevrolet adalah produsen mobil pertama yang membangun pabrik di Indonesia.

Jika ditelusuri lebih jauh, sejatinya GM bukanlah perusahaan otomotif baru di Indonesia. Dan Chevrolet bukanlah merek kemarin sore di negeri ini. Walau tidak ada data pasti tentang kapan produk GM memasuki ke Indonesia, tetapi cikal bakal kiprah mereka di Indonesia berawal dari NV General Motors Java Handel Maatschappij (NVGMJHM) yang didirikan sebagai perusahaan terbatas sesuai hukum Jawa, Dutch EastIndies pada tanggal 3 Februari 1927.

Menurut hukum saat itu, NV (Naamloze Vennootschap) dapat diartikan sebagai Perusahaan Terbatas dan Handel Maatschappij adalah perusahaan dagang.

Saat itu, Chevrolet menjadi ujung tombak penjualan GM di Indonesia sehingga permintaan pasar yang tinggi terhadap Chevrolet mendorong GM membangun pabrik perakitan di Tanjung Priok pada 1938. Inilah pabrik perakitan mobil yang pertama di Indonesia.

Namun, setelah Amerika Serikat menyatakan deklarasi Perang Dunia II pada 8 Desember 1941, Netherlands East Indies Army memesan kendaraan truk, peralatan bengkel, mesin mesin berat, dan suku cadang kepada NVGMJHM, yang kemudian dikirim ke sebuah gudang di dekat Solo. Menjelang kedatangan Jepang di pulau Jawa pada 9 Maret 1942, seluruh mesin, peralatan dan sebagainya dihancurkan oleh pihak militer Belanda.
Holden-indonesia
Selanjutnya kegiatan operasional NV GMJHM dibekukan pada 24 Maret 1942. Para staf dan karyawan yang berkebangsaan Amerika, Inggris dan Belanda segera ditangkap dan pabrik tersebut dikuasai oleh tentara Jepang. Melihat hal ini, GM Corp. menarik seluruh investasinya dari NVGMJHM pada 31 Desember 1942.

Pasca Perang Dunia II, GM Overseas Operation cabang Jakarta dibentuk untuk menjaga kelangsungan operasional GM di Netherlands East Indies. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Djakarta Branch dan ditugaskan untuk mengoperasikan pabrik perakitan setelah perang.

Sementara kegiatan NV GMJHM hanya dibatasi untuk melindungi seluruh aset GM sebelum perang. Dalam rapat umum pemegang saham pada 14 April 1956, diputuskan untuk melikuidasi NV GMJHM dan Djakarta Branch.

Keputusan tersebut mengharuskan rumah tinggal branch manager, termasuk perangkat furniture dan perlengkapannya, 6 bangunan rumah milik perusahaan, dan semua asset bernilai yang tercatat pada GM Java dijual pada kedubes Amerika Serikat di Indonesia.

Sebelumnya, pada bulan April 1955, seluruh aset lain yang tercatat dalam daftar GM Java dan Djakarta Branch dijual kepada Gatja Motor, sebuah perusahaan lokal Indonesia. Selama 6 tahun beroperasi (1946-1953), Djakarta Branch mampu menghasilkan dan mendistribusikan 5.306 kendaraan pribadi, 14.050 kendaraan komersial/kendaraan umum, 3.811 rangka kendaraan komersial/kendaraan umum dan 1.794 kendaraan yang telah diperbaiki, 102 unit perabotan rumah tangga, serta 202 mesin diesel dan mesin-mesin kapal

Djakarta Branch telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian di Indonesia, dengan mempekerjakan kurang lebih 1.012 orang pegawai pabrik dan kantor cabang yang berkebangsaan Indonesia.

Selain itu, Djakarta Branch dapat menciptakan perluasan jaringan berupa 41 cabang dengan total 3.500 orang pegawai dan juga mendorong terciptanya layanan jasa perbengkelan dan SPBU.

Pada dekade 1950-an dan 1960-an, Chevrolet yang mewakili GM adalah produk yang populer di Indonesia dan terkenal sebagai mobil yang kuat dan tangguh. Wajar jika publik Indonesia lebih mengenal Chevrolet daripada produk GM lainnya.

Di tanah air, produk Chevrolet yang sangat terkenal antara lain Chevrolet Deluxe 1952, Chevrolet Corvette 1954, Chevrolet Bel Air 1955/1956/1957, Chevrolet Nova 1966, dan Chevrolet Impala 1962 sebagai mobil paling mewah.

Selain sedan, Chevrolet juga memiliki suburban yang dipakai “4848” untuk jasa transportasi Jakarta-Bandung, Cipanas-Cibodas sampai awal tahun 1970-an. Setelah itu, Chevrolet dan GM menghilang.

Kini, GM kembali mengoperasikan pabriknya yang ada di Pondok Ungu, Bekasi yang sempat berhenti di 2005. Jaringan sales dan diler pun mulai ditata kembali. Pabrik seluas 58.000 meter persegi ini bisa memproduksi 40.000 kendaraan per tahun.

  1. wah keren gan nice inpoh. sbagai pngetahuan umum boleh juga

    • CB Gelatik
    • January 30th, 2014

    Betul sekali suburban station dipakai travel 4848 untuk transportasi Jakarta-Bandung (pada waktu itu 1960-70 hanya melalui jalur Bogor-Puncak-Cianjur). Setelah itu digantikan dengan Holden.

  2. bagus ini infonya. kirain mobil jepang yg duluan buat pabrik mobil disini,ternyata merk amrik duluan.

    monggo mampir …
    http://autoblog-11.blogspot.com/2014/07/tua-tua-keladi-acura-nsx-1991.html

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: