Dukungan Terbuka untuk Penggugat Foke dan SBY

Yes,, Masalah lalu lintas adalah buah simalakama. Kompleks dan saling terkait. Usik satu sisi, maka sisi lain akan merasa terganggu.

Seperti halnya masalah kemacetan. Itu adalah buah simalakama yang sangat besar!

Tapi langkah menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Fauzi Bowo terkait kemacetan sangat perlu untuk dibela. Inilah titik yang sebenarnya gue tunggu. Tidak teriak, tapi langsung berbuat!

Inilah yang selama ini gue tunggu karena jalanan adalah milik rakyat dan dikelola dengan uang rakyat. Rakyat berhak menuntut kalau eksekutif tidak becuh mengelolanya!

Oke.. Sebelum bicara banyak, mari kita lihat dulu apa sih sebenarnya kasus penuntutan yang mau kita bicarakan ini..

Cerita ini bermula ketika ada  2 warga Jakarta yang menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan model citizen law suit (CLS).

Dalam gugatannya mereka meminta majelis hakim menghukum SBY dan Foke segera membuat kebijakan konkret mengatasi macet. Sebab kemacetan Jakarta dinilai telah membuat pemborosan bahan bakar, kelelahan fisik, stres, tidak nyaman, terpotongnya jam kerja, lingkungan yang tidak bersih dan banyak lagi persoalan sosial lainnya.

Dalam sehari, menurut mereka sedikitnya total warga Jakarta mengeluarkan uang Rp 155 miliar atau setara dengan Rp 55 triliun per tahun untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) guna menjalankan kendaraan pribadinya.

Tidak terima dengan kondisi di atas, Agustinus Dawarja dan Ngurah Anditya menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo lewat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Keduanya lalu memaparkan kalau berdasarkan data yang mereka didapat dari Ditlantas Polda Metro Jaya dalam sehari ada 11.362.396 unit kendaraan yang beredar di Jakarta. Jika satu kendaraan menghabiskan 3 liter bensin premium, maka dalam satu hari warga Jakarta ‘membakar uang’ sebesar Rp 153.392.346.000.

“Dengan demikian jika dihitung selama 1 tahun maka jumlah penggunaan bahan bakar minyak kendaraan bermotor menjadi Rp 55, 988.206.290.000,” beber Ngurah. Kutipan ini gue kutip dari detikcom ya.

Dari uang yang dibakar tersebut, Pemda DKI Jakarta lalu mengantongi bagian 10 persen dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang ditetapkan dalam UU No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

“Maka setiap tahunnya Foke mendapatkan pemasukan atau keuntungan sebesar Rp 5,5 trilun,” tandas Ngurah.

Selain itu, gara-gara macet, dalam setahun warga Jakarta hidup di jalan selama 1 bulan. “Kami serius. Data yang kami peroleh berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya,” tambah Ngurah Anditya.

Dalam data tersebut dihitung-hitung waktu yang terbuang percuma oleh masyarakat untuk bermacet-macet di jalanan. Berdasarkan rata-rata waktu tempuh pengguna jalan pada waktu berangkat kerja dan pulang kerja yaitu selama 1,5 jam.

“3 jam itu jika dikalikan 5 hari kerja lalu dikalikan 4 minggu dalam satu bulan, hasilnya masyarakat menghabiskan 60 jam setiap bulan untuk hidup di jalanan,” ujar Ngurah.

Lantas jika dihitung dalam 1 tahun maka artinya 60 jam dikalikan 12 bulan. Sehingga hasilnya 720 jam warga Jakarta harus dihabiskan di jalanan atau setara dengan 1 bulan.

“Selanjutnya jika dalam 1 hari waktu efektif kerja adalah 8 jam, maka 720 hari dibagi 8 jam kerja hasilnya setara dengan 3 bulan hari kerja efektif,” beber Ngurah berapi-api.

Bagaimana jika warga yang menghabiskan waktunya 5 jam sehari hanya untuk berangkat-pulang ke tempat kerja? Berapa lama dia harus hidup di jalan dalam setahun?

“Kami menawarkan 8 tuntutan, tapi itu hanya alternatif. Jika majelis hakim memiliki pendirian lain, kami meminta putusan yang seadil-adilnya,” ujar Ngurah.

Berikut 8 tuntutan tersebut yang dimohonkan ke majelis hakim:

1.Menambah jumlah angkutan umum yang ada saat ini.
2.Menaikkan pajak kendaraan bermotor dengan sangat tinggi, baik itu roda empat maupun roda dua milik pribadi.
3.Menaikkan tarif parkir di pinggir-pinggir jalan di Jakarta dan melarang parkir seluruh kendaraan di badan jalan.
4.Menertibkan (sterilisasi jalan) parkir liar yang ada di ruas-ruas jalan di Jakarta.
5.Melarang seluruh pedagang kaki lima, untuk berjualan di trotoar atau di pinggir jalan-jalan utama di Jakarta.
6.Melarang angkutan umum berhenti (ngetem) di pinggir jalan untuk menaikkan atau menurunkan. penumpang, kecuali memang tersedia tempat yang diperuntukan untuk hal tersebut.
7.Pembatasan kendaran bermotor berdasarkan usia kendaraan.
8.Moratorium kendaraan baru di wilayah Jabodetabek selama 6 sampai 12 bulan ke depan.

Hmm.. Sebenarnya poin-poin yang mereka tuntut adalah hal-hal yang selama ini kita teriakkan. Tapi, kita cuma bisa teriak di facebook, twitter, blog dan lain sebagainya. Karena itulah, ketika ada yang mewakili kita di meja hijau, hal itu tentu harus kita apresiasi dengan setinggi-tingginya.

Kalau perlu kita standing applaus untuk keduanya.

Kalau gue pribadi sih berharap ini akan menjadi bola salju di masa depan. Sebelumnya sudah ada yang menuntut klaim bensin produsen mobil, lalu kini masalah kemacetan.

Tapi ada lagi yang gue tunggu. Yakni gugatan terkait kecelakaan tunggal karena jalanan yang tidak dalam kondisi baik. Hukum harus jadi panglima, warga harus tahu hak konstitusionalnya dan menggunakannya sebaik mungkin..

Kalau ada yang tidak benar dalam sendi mana pun dikehidupan kita, bawa itu ke ranah hukum.. Jangan alergi meski kita tahu pelaku hukum di negeri kita sudah terkontaminasi. Paling tidak, kita sudah usaha..

Jadi… Ini saatnya masyarakat peduli akan hak konstitusionalnya. Hak hukumnya… Kalau kita belum bisa menuntut karena terkait dengan berbagai hal, mari kita dukung orang yang mau berusaha..!

    • nangke
    • June 22nd, 2012

    Amin….

  1. 2.Menaikkan pajak kendaraan bermotor dengan sangat tinggi, baik itu roda empat maupun roda dua milik pribadi.
    7.Pembatasan kendaran bermotor berdasarkan usia kendaraan.
    8.Moratorium kendaraan baru di wilayah Jabodetabek selama 6 sampai 12 bulan ke depan
    poin di atas diterima pemerintah selebihnya tidak…..hehe

  2. kalo menuntut transportasi massal ntar malah dibilang spt dibawah …..😦

    https://arantan.wordpress.com/2011/12/29/jujur-aja-maunya-transportasi-publik-atau-cuman-mau-jalanan-kosong/

  3. Terima Kasih atas apresiasi dan dukungannya. Jika kita cinta Jakarta, mari bersama-sama jadikan Kota ini lebih nyaman untuk ditempati. Salam.

    • Semangat mas, warga jakarta dibelakang anda.. Abis gugat foke, jangan lupa gugat jokowi ya kalo doi udah jadi gubernur tapi hasilnya sama aja kayak foke🙂

  4. iya nih kita tunggu dulu nih hasil kerja Jokowi gmn..
    klo sama aja ky Foke maah,,
    tp kita sebagai warga Jakarta juga harus sadar lingkungan jugaa yaah😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: