Pelajaran dari Kasus Nissan Vs Konsumen

Kemarin, berita mengejutkan sekaligus menyenangkan datang dari Pengadilan. Jarang-jarang kan.. Soalnya, kemarin konsumen Nissan menang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan putusan itu, Nissan pun dipaksa pengadilan untuk membeli kembali mobil Nissan March hasil produksinya karena mengecewakan.

Kalau banyak orang bergembira karena sang raksasa kalah, menurut gue, kedua belah pihak baik konsumen maupun produsen bisa mengambil pelajaran dari kasus ini. Bukan hanya Nissan dan Ludmilla (si konsumen March), tapi semua pabrikan otomotif dan seluruh konsumen otomotif di dunia.

Dari sisi produsen, pelajaran penting tentu saja adalah berhati-hati dalam mencantumkan sebuah klaim di iklan. Jangan hanya berfikir untuk bisa menarik perhatian, tapi edukasi harus dilakukan.

Bila tidak, kasus-kasus seperti Ludmilla dan Nissan March miliknya pasti akan terus terulang.

Sementara bagi kita, konsumen, terang saja harus lebi berhati-hati ketika memilih barang berdasarkan iklan semata. Paling aman, tanyakan saja dulu ke teman, saudara, rekan kerja atau kenalan yang pernah menggunakan mobil atau motor incaran kita. Bila tidak ada, mbah google mungkin bisa membantu mencarikan si pengguna.

Hati-hati, sebab, lo semua enggak bakal di kelilingin bidarari walau pun mandi pake parfum Axe.

Kasus Ludmilla ini adalah kasus Produsen Vs Konsumen kedua yang gue tulis tahun ini. Beberapa bulan lalu gue juga menulis kasus serupa di Amerika yang juga dimenangkan oleh konsumen.

Hmm, balik lagi ke Ludmilla. Awal kasus ini sebenarnya sederhana yakni dari keluhan Ludmilla terhadap konsumsi bensin March baru miliknya yang tidak sesuai iklan.

Saat itu, Nissan menulis klaim konsumsi bahan bakar 18,5-21,8 km/liter yang merupakan hasil lomba tes irit-iritan antar media ketika test drive bareng ke Jogja. Nah, awal-awal, Nissan enggak ngasih foot-note atau tanda bintang di klaim atau tanda lain untuk menjelaskan klaim tersebut.

Terang saja si Ludmilla bingung. Padahal, dia biasa pakai bensin oktan 92 tapi cuma bisa membukukan konsumsi BBM 8-12 km/liter saja.

“Akhirnya, karena tidak menerima jawaban yang memuaskan ketika hal itu ditanyakan ke produsen mobil Jepang tersebut, Ludmilla pun mengadukan Nissan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Ludmilla menuntut Nissan untuk membeli kembali mobil miliknya. Nissan menyetujui hal tersebut, hanya saja Nissan hanya mau membelinya dengan standar harga sebuah Nissan March bekas yang berada di angka Rp 138 juta. Sementara Ludmilla mau Nissan membayar sesuai uang yang telah dia keluarkan untuk membeli mobil tersebut.

Akhirnya, setelah dimediasi BPSK, pada 16 Februari 2012 lalu jalan tengah pun diambil. Nissan harus membeli mobil Ludmilla kembali diatas harga pasaran mobil bekas tapi di bawah harga mobil baru. Angkanya Rp 150 juta.

Tapi alih-alih menuruti perintah BPSK tersebut, Nissan kemudian menggugat balik keputusan BPSK dan mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar membatalkan keputusan BPSK. Nissan lalu membeberkan sejumlah bukti yang melalui daftar bukti yang balik menyudutkan Ludmilla,” tulis detikOto.

Gugatan Nissan ke pengadilan sendiri ditempuh karena Nissan enggak terima dengan keputusan BPSK. Alasannya, bukti yang dikasih Ludmilla pas di BPSK itu adalah kliping berita, bukan iklan atau brosur. Berita kan emang enggak bisa dijadiin bukti.

Tapi, pas di pengadilan si Ludmilla ternyata bukan cuma ngasih lihat kliping saja, tapi juga kliping iklan March dan brosur yang ternyata benar-benar bertuliskan angka 28 kpl tanpa penjelasan…

Sekarang, Nissan lagi-lagi tetap penasaran. Si Jepang sekarang siap ke Mahkamah Agung untuk melakukan kasasi kasus ini. Ya kita tunggu saja. Paling tidak kasus ini sudah jalan 2/3 kan.. Jadi tanggung kalau enggak diikutin.. hehehe

    • yanto
    • April 19th, 2012

    jadi inget pabrikan motor yg hobinya ngasih klaim irit pake bintang kecil…

  1. fans boy=korban iklan=panatik ra jelas

    • goyobod
    • April 20th, 2012

    Hati-hati, sebab, lo semua enggak bakal di kelilingin bidarari walau pun mandi pake parfum Axe.
    ========================================================
    Like this yo…

    • Tebet
    • April 20th, 2012

    Yang punya tinggal di jalur neraka sih, Buncit ke Rasuna. Wong macet abis kayak gitu, 1:8 – 12 aja dah bagus.

    • eko
    • September 25th, 2013

    hasil putusan MA untuk kasus ini apa Bang… menang bu Ludmilla or Nissan ????? mohon dijawab biar ga mati penasara saya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: