Ternyata Wanita Saudi Penentang Larangan Menyetir Masih Hidup!

Dua minggu lalu beredar kabar yang cukup mengagetkan yakni kematian naas Manal Al-Sharif, seorang aktivis penentang larangan mengemudi bagi wanita di Arab Saudi dalam sebuah kecelakaan. Kabar itu di dapat dari seorang pejabat kepolisian Arab Saudi. Tapi kini, kabar mengejutkan kembali datang, Manal ternyata masih hidup!

Hal ini juga membuat saya kaget sekaligus senang. Manal Al-Sharif pun mengklarifikasi berita yang beredar. Di Guardian Manal menyatakan dirinya masih hidup. Dan wanita yang meninggal dalam kecelakaan tersebut adalah orang lain yang merupakan anggota dari salah satu suku di Arab.

Manal juga menuturkan wanita malang tersebut bukan merupakan bagian dari kelompoknya yang paling lantang menentang aturan larangan mengemudi di Arab.

Sebelumnya, Manal diberitakan diberitakan tewas dalam kecelakaan di Provinsi Hael oleh banyak media setelah juru bicara kepolisian Saudi mengatakan hal tersebut.

“Satu orang wanita tewas seketika, sedangkan rekannya yang mengendarai mobil dibawa ke rumah sakit karena menderita luka,” ujar juru bicara kepolisian Abdulaziz al-Zunaidi seperti dilansir AFP, Rabu (25/1/2012).

Untung hal itu tidak benar. Kalau sudah begini, kampanye dan perjuangan untuk membebaskan wanita Saudi untuk mengemudi pun tentu akan terus berjalan setelah sebelumnya (jujur saja) ada keraguan kalau perjuangan ini akan memudar seiring dengan berita kematian Manal.

Hmm.. Memang perjuangan apa sih yang mereka lakukan? Begini, Manal bersama teman-temannya memang sudah lama berjuang keras untuk membuat para wanita di Arab boleh mengemudikan mobil sendiri tanpa tergantung oleh laki-laki. Bukan apa-apa, soalnya, hanya di Arab-lah wanita dilarang mengemudi mobil sendiri. Akibat aturan tersebut para wanita di Arab Saudi harus mengeluarkan uang tambahan untuk menyewa sopir laki-laki.

Akibat keinginannya tersebut, Manal yang merupakan seorang ahli teknnologi informasi pernah ditahan selama 10 hari karena nekat mengendarai mobilnya sendiri. Ketika itu, wanita berusia 33 tahun ini dituduh “melanggar ketertiban umum”.

Sebenarnya, tidak ada aturan baku yang mengaturnya, tetapi kementerian dalam negeri setempat beralasan aturan larangan mengemudi bagi wanita tersebut dibuat berdasarkan fatwa, atau perintah agama, yang mengatakan perempuan seharusnya tidak diizinkan untuk mengemudi.

Manal sendiri memulai aksinya dengan memposting video dirinya tengah berkendara di mobil di youtube. Dirinya pun meluncurkan sebuah kampanye online di jaringan media sosial yang mendorong perempuan Arab Saudi untuk dapat mengemudi. Di Facebook, Manal membuat sebuah group yang dinamai ‘Teach me how to drive so I can protect myself,’.

Kampanye Manal ini pun mendapat banyak dukungan dari aktivis feminisme di banyak negara. Di Ukraina demonstrasi dilakukan oleh aktivis wanita di Kiev, Ukraina dengan cara yang nyeleneh, yakni dengan berdemonstrasi tanpa mengenakan penutup dada alias topless di depan kedutaan besar Arab.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton juga pernah mengutarakan kecamannya terhadap larangan mengemudi di Arab Saudi begitu juga dengan 14 senator wanita asal Amerika yang mengutarakan kecaman lebih keras lagi dengan mengirim surat langsung kepada Raja Abdullah untuk mendesaknya mengakhiri larangan mengemudi bagi wanita Arab.

  1. masa??
    dengan maksud apa coba menentang gitu -_-

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: