Jakarta Perlu Ruang Publik!

tamankota1
Dimana ruang publik untuk rakyat? Ya, itulah pertanyaan sepele yang sulit dijawab. Di Jakarta khususnya, sangat minim dan sedikit ruang publik yang disediakan. Ini yang menurut saya turut mempengaruhi banyaknya tawuran disamping masalah lain.

Setiap orang yang melihat sebuah pertikaian pasti berfikir kalau ini hanyalah masalah ‘wilayah jajahan’, salah paham, sektarian dan lain sebagainya. Itu semua betul. Tapi ada salah satu pokok masalah yang sering kali tidak diperhatikan oleh semua orang baik pemerintah maupun masyarakat, yakni minimnya ruang publik.

Karena, secara awam ruang publik adalah tempat bertemu muka, bercengkrama, bersilaturahmi dan berkumpul bersama antar  anggota masyarakat tanpa memandang strata ataupun golongannya.

Ruang publik bisa berupa taman atau lapangan seperti alun-alun di banyak kota. Tapi di Jakarta yang luas ini, ruang publik sangat sulit ditemui. Lebih mudah menemukan tempat nongkrong seperti kafe, 711, CK hingga mall dibanding taman kota.

Padahal untuk duduk di tempat-tempat tadi, kita butuh biaya yang tidak kecil, paling tidak Rp 10-15 ribu keluar dari kantong celana untuk beli cemilan atau minuman, budaya konsumerisme pun tercipta. Berbeda dengan duduk di taman kota yang paling hanya modal Rp 8 ribu buat beli satu piring siomay dan sebotol air mineral.

tamankota2Di taman kota, kita semua bisa berkumpul. Mau pembantu, preman, sampai anak-anak muda gaul kumpul bersama tanpa beda. Disitu juga kita bisa saling mengerti satu sama lain.

Ya, mengerti satu sama lain hingga akhirnya perkelahian yang tidak perlu bisa dihindari. Itu inti arti dari ruang publik ini.

Bila saja pemerintah menyediakan banyak taman kota dan ruang terbuka hijau bagi warga, saya yakin tawuran bisa direduksi meski tidak bisa dihilangkan karena kini masyarakat sudah memobilisasi dirinya dalam kelompok-kelompok ormas.

Tapi paling tidak, ketika pun harus bertarung. Taman kota ini secara kasar bisa dirubah menjadi ‘arena perang’. Ini mungkin tidak, saya dan kita semua inginkan. Tapi secara jujur, tawuran sekarang sudah tidak lagi pada tempatnya.

Dahulu saya ingat ketika masih banyak lapangan bola tersebar Jakarta, tempat itu dijadikan ajang baku hantam tanpa perlu merembet ke perkampungan penduduk dan merugikan meterial milik warga. Tapi kini, arena perang sudah berpindah ke jalan umum dan perkampungan warga. Ini tentu merugikan masyarakat karena rumah, mobil dan motor menjadi korban selain keselamatan.

taman1Teori ini memang agak nyeleneh. Tapi paling tidak, menurut pandangan saya, sebuah wadah berupa ruang publik memang mutlak diperlukan untuk, lagi-lagi, berkumpul, bersilaturahmi dan saling mengenal yang pada akhirnya menciptakan sebuah pemahaman bersama dan saling tenggang rasa di tengah masyarakat yang makin individualistis saat ini.

    • dbloggersamarinda
    • January 31st, 2012

    di Jakarta masih mending ada taman kota, nah di Samarinda ada (baca : belum ada) tapi kurang terawat, tepatnya di taman tepian mahakam… nah, karena tempatnya agak serem gitu dan imagenya agak buruk mengenainya banyaknya preman dan pengamen yang berada disana, jadi mereka agak enggan untuk pergi kesana.
    padahal potensinya sangat keren, karena berpusat pada pusat akses masuk menuju Samarinda kota.
    jadi iri dengan kota-kota yang punya alun-alun dan taman kota😦

  1. sayang bgt pak… fasilitas publik yg layak emang perlu terus disuarakan…

  2. diJakarta emang kurang banget yang namanya ruang publik ‘penyegaran’. seperti taman, tempat pemancingan dll
    sekalipun ada, tp kurang perawatan dimana2
    yg ada sekarang dijakarta malah gedung2 tinggi -_-
    kurang adanya juga penyerapan air -_-

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: