Meja 711 dan Jalan Raya Ternyata Sama

meja

“Mama, mama, mama… Kita ke Seven-Eleven yuk. Aku mau beli slurpee nih,” cetus Dita ke sang bunda.

“Haduh. Kan jauh sayang. Bikin sirup yang ada di kulkas saja sana,” balas sang bunda yang sedang duduk sambil membaca novel itu.

“Ah bosen ma. Aku mau slurpee. Ayo ma kita ke seven-eleven. Sambil duduk-duduk sore disana,” rayu sang anak.

“Ya sudah, ayo kita jalan. Tapi mama beres-beres dulu ya,” kata sang bunda. “Asikkk,” teriak Dita sambil memeluk bundanya.

Al hasil, dua orang perempuan itu pun pergi ke seven-eleven. Tapi karena jarak antara rumah keduanya dengan seven-eleven terbilang jauh, maka sang bunda pun mengeluarkan mobil untuk pergi kesana.

Sesampainya di seven-eleven, sang anak mengambil slurpee idamannya, sementara sang bunda memilih untuk meminum sebotol teh kemasan. Beberapa potong roti tersaji di meja yang kini mereka tempati.

“Eh ma, tahu enggak, si Rita sekarang pacaran sama Rinto lho,” ujar Dita bergosip. “Ah masa sih,” timpal sang bunda. Rita sendiri adalah sahabat kecil dari Dita, sementara Rinto adalah seorang teman sebaya Dita dan Rita yang tinggal tidak jauh dari rumah keduanya.

Tak anyal, kedua ibu-anak ini pun kemudian bergosip ria menanti sore. Ketika sudah mulai bosan dan minuman keduanya telah habis, sang ibu pun mengajak si anak untuk pulang.

“Kita pulang yuk sayang. Sudah sore,” ajak sang ibu. Tanpa menunggu komando diulang, si anak pun berdiri dan meloyor pergi.

“Ayo ma, katanya mau pulang,” kata Rita.

“Eh sayang, ini diberesin dulu dong. Masa kita tinggalin kotor begini mejanya. Kasihan yang mau duduk nanti kan,” nasehat sang bunda.

“Enggak apa-apa ma. Kan kita bayar,” imbuh Dita.

“Hus, jangan berpikir kayak gitu dong, ini kan bukan restoran. Kalau semua kayak kamu, berantakan semua nih. Ayo sini kita beresin dulu berdua,” ajak sang bunda.

Akhirnya Dita pun dengan terpaksa menuruti perintah bundanya tadi. Bungkus roti dan gelas slurpee yang sudah dia cicipi dikumpulkan dan dibawa ke tempat sampah. Setelah itu, keduanya pun kembali ke mobil sambil meneruskan gosip yang tadi terputus.

Perjalanan pulang ke rumah lebih ramai dibanding perjalanan berangkat ke seven-eleven tadi. Maklum, kini waktu sudah menunjukkan jam 4 sore. Al hasil, sudah banyak mobil dan motor yang berseliweran untuk pulang ke rumah masing-masing.

Dan ketika lagi asik-asiknya bergosip, tiba-tiba sang bunda mengerem mendadak. Ternyata ada motor yang menyalip mobil mereka secara mendadak. Sontak, Dita pun memaki si pengendara.

“Dasar, naik motor enggak pakai otak. Emang ini jalan nenek moyang loe ya. Sembarangan aja,” teriak Dita.

“Hus, anak gadis kok teriak-teriak begitu,” kata si bunda ketika jantungnya sudah tenang.

“Ya habis, itu yang naik motor sembarangan saja salip kiri-kanan udah kayak jalan punya dia sendiri,” kata Dita kesal.

“Ya dia kan sama kayak kamu,” cetus sang bunda sambil tersenyum.

“Lho kok sama kayak aku sih ma. Aku bawa motor aja enggak bisa,” rajuk Dita sambil cemberut.

“Ya itu yang seperti kamu teriakkan. Dia pakai jalan serasa jalan punya dia sendiri. Serasa dia sudah bayar pajak. Jadi sembarangan saja tanpa melihat orang-orang di sekitarnya,” beber sang bunda.

“Nah terus hubungannya sama aku apa?,” kesal Dita.

“Ya ada hubungannya walau tidak persis sama. Dia begitu kan karena dia merasa sudah bayar pajak, merasa semua harus memaklumi karena dia naik motor. Sama seperti kamu tadi pas waktu mau ninggalin sampah di meja seven-eleven,” jelas sang bunda.

“Kamu begitu karena kamu merasa sudah bayar semua makanan dan minuman kamu, jadi kamu mau dilayanin dan dimaklumin. Sama seperti si pengendara motor tadi,” tambah si bunda.

“Meja seven-eleven sama dengan jalan raya. Ini untuk umum. Jadi tidak boleh individualistis. Soalnya, apa yang kita lakukan akan berpengaruh ke orang lain dan apa yang orang lain lakukan akan berpengaruh ke kita. Jadi kalau di tempat umum, seharusnya kita mikirin kepentingan umum, bukan cuma keinginan sendiri saja,” pungkas sang bunda.

meja-1

  1. kembali ke attitude..

    #botol bir gimana nasibnya yha?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: