Ini Dia Macam-macam Recall Mobil

view-iims-detikoto-in

Isu penarikan kembali alias recall banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Namun tidak ada satu pun pabrikan di Indonesia yang mau menjelaskan secara gamblang definisi recall.

Padahal karena ini merupakan fenomena baru di negara kita, pabrikan mobil sebenarnya berkewajiban untuk menjelaskan hal tersebut. Menjelaskan bahwa arti recall bukanlah seperti bahasa harafiahnya yakni penarikan kembali sebuah mobil dari pasaran.

Sebab penarikan kembali disini bukanlah mobil konsumen diambil kembali lalu digantikan yang baru. Namun hanya memanggil pemilik kendaraan untuk memperbaiki bagian yang di duga cacat produksi. Hanya itu.

Recall dalam ranah purna jual kendaraan sendiri terbagi dalam 3 jenis. Ketiga jenis itu antara lain terdiri dari ‘Safety Recall’ yakni sebuah recall terhadap masalah teknis pada kendaraan yang dapat menurunkan nilai keamanan dan keselamatan pengemudi dan penumpang. Misalnya rem blong atau pedal gas nyangkut.

Ada lagi yang namanya ‘Comfort Recall’ yakni sebuah recall yang terkait masalah teknis dan non teknis pada kendaraan yang dapat menurunkan nilai kenyamanan langsung secara fisik kepada pengemudi dan penumpang. Misalnya masalah pada AC, jok bunyi atau hal sepele seperti antena radio tidak menangkap frekuensi dengan baik.

Selanjutnya ada recall yang dinamakan ‘Satisfaction Recall’ yang merupakan sebuah recall terhadap masalah teknis dan non teknis yang dapat menurunkan nilai kepuasan secara psikologi bagi pengemudi dan penumpang. Contohnya suara berisik pada ban, aki yang gampang rusak atau power steering berbunyi.

Nah setelah masalah di ketahui, maka akan jelas kendaraan tersebut terkana recall yang jenis apa. Pengetahuan ini terbilang penting agar konsumen tidak langsung panik ketika mobil yang mereka miliki diberitakan terkena recall.

Dan ketika masalah telah diketahui, produsen wajib menjalankan kampanye recall yang dapat mereka lakukan dalam dua jenis recall.

Pertama adalah ‘Silence Recall’ dimana produsen memanggil para pemilik kendaraan dengan melayangkan surat kepada konsumen yang memiliki kendaraan yang sesuai dengan tahun kendaraan yang dianggap bermasalah, VIN Number kendaraan yang diduga bermasalah atau hanya memperbaiki dan mengganti komponen yang bermasalah pada beberapa Pemilik kendaraan yang mengeluh.

Kedua adalah ‘Open recall’ yakni metode recall dengan mengumumkan hal tersebut di media massa. Cara ini untuk memanggil seluruh kendaraan sesuai jenis yang bermasalah terutama yang mengalami masalah teknis yang dapat membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang dan terdapatnya kerusakan masal terhadap komponen jenis tertentu.

Biasanya Open Recall dilakukan bila ditemukan masalah pada lebih dari 2000 unit kendaraan. Ini semua untuk menunjukan bahwa produsen mobil itu tidaklah hanya bisa membuat dan menjual mobil, tapi juga bertanggung jawab terhadap barang yang dibuat dan dijualnya.

Sayangnya pabrikan-pabrikan di Indonesia seolah masih terlalu takut untuk menggunakan kata recall ini dan masih dianggap sebagai sebuah kata yang tabu digunakan. Lihat saja PT Toyota Astra Motor (TAM) yang memasukkan Prius ke Indonesia.

Ketika Toyota pusat menginstruksikan untuk memperbaiki sistem komputerisasi Prius yang ada, TAM enggan menyebut hal itu sebagai recall dan malah menyebutnya sebagai reprograme. Padahal negara-negara lain yang memiliki masalah yang sama, dengan berani menyebut istilah itu.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: