Bisakah Kita Berdamai Dengan Gelap ?

black

Gelap yang menyesakan dada
Bagai penyakit asma
Yang selalu siap menghimpit nafas kita

Gelap yang penuh duka
Selalu siap membuat lupa
Selalu siap membuat luka

Gelap ini bagaikan beban
Memberatkan bahu
Dan terus menerjangku

Gelap ini kebal cahaya
Terus menggelapi hidup
Meski pelita hadir menerangi

Gelap ini pun terus menjadi beban
Seolah tidak bisa didamaikan

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: