Tak..Tik..Tuk..Jadulkah Negeri Ku?

mesin-tik

Tak tik tuk…

Suara itu terdengar dengan jelas ketika saya sedang menunggu sebuah data yang saya cari di sebuah departemen.

Lama saya menghayati suara itu, sambil membayangkan, suara apakah itu?

Lama saya memperkirakan.

Setelah saya cari tahu ke sekitar ruangan besar itu, wah ternyata suara itu berasal dari sebuah mesin tik tua yang sedang di gunakan oleh seoarang PNS untuk suatu keperluan, entah apalah itu.

Dalam hati saya sebenarnya ingin bertanya, sebegitu jadulkah lembaga pemerintahan kita. Tapi niat itu saya urungkan karena takut mereka tersinggung.

Kemudian saya terus menunggu panggilan dari direktur bagian departemen itu.

Keanehan saya pun ternyata masih terus berlanjut.

Karena setelah menunggu di ruang besar itu, saya pun di suruh pindah dan menunggu di sebuah meja karyawan yang letaknya tidak jauh dari ruang sang direktur.

Di meja itu, ada seorang asisten yang sedang mencoret-coret sebuah kertas HVS. Dengan iseng, saya bertanya, “sedang apa pak?” tanya saya.

“Sedang bikin draf surat dik” ujarnya.

“Wah kenapa tidak langsung di computer aja pak, kan bisa di delete kalau salah,” tanya saya.

“Ohh, computer cuma ada di ruang kepala bagian mas, untuk kelas staff mah Cuma bisa pake mesin tik aja, ni makanya di bikin drafnya biar ga banyak salah,” jelas si PNS.

Hati saya pun langsung kecut menerima jawaban itu, saya berpikir, bukankah dana yang di alokasikan pemerintah untuk setiap departemen jumlahnya sangat besar? Kenapa karyawannya kebanyakan buta teknologi seperti ini?

Tidak sampai di situ, ketika saya ternyata diberi tahu bahwa sang direktur bagian sedang sibuk dan saya di oper ke salah satu kepala bagiannya, hati saya pun kembali di buat miris.

Sebab ketika memperkenalkan diri, ternyata si kepala bagian itu ternyata tidak mengetahui media saya. Miris juga sih.

Masalahnya yang membuat saya miris adalah yang mengatakannya seorang kepala bagian. Bukan seorang staff.

Sangatlah aneh bila seorang yang sudah menjabat sebagai kepala bagian sekian lama ternyata masih tidak mengetahui media sekelas detik.com.

Apakah kepala bagian di setiap departemen seperti ini? Tidak melek internet?

Saya tidak tahu, karena bila saya tanyakan hal itu, si pejabat pasti marah. Dan data yang saya inginkan pasti tidak akan diberikan olehnya.

Jadi biar aman, saya pun hanya tersenyum sendiri di sepanjang jalan pulang.

Tersenyum geli walaupun dalam hati malu, beginikah wajah para pejabat kita kebanyakan?

  1. Assalam

    Hehehe good post

    cerita yang menarik

    wassalam
    🙂

    silahkan lihat dan kunjungi blog saya
    🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: